Selamat Datang di Web Gamais

PERJALANAN GAMAIS ITB pada FSNas XV Ambon

Assalammu’alaikum.wr.wb

Bismillahirrahmaanirrahiim...

sahabat-sahabat gamais itb, muslim itb, dan siapapun yang membaca artikel ini, izinkan saya mengawali tulisan ini dengan guratan syiar dari saudara kita...

ikhwahfillah, kutitipkan senja, pantai, dan lajung timur daerah kepulauan raja-raja, yang senang tiasa mengantarkan kalian berdakwah sampai akhir masa. ikhwahfillah, engkau datang bagaikan aroma, farfum ainun, yang langsung menusuk hati para pendakwah di timur Maluku ini, engkau pergi membawakan semangat kepada kami untuk dapat menerbitkan fajar di hari esok.
wahai para pengembara, tetaplah teguh dalam memberikan perubahan umat ini sampai engkau kembali nanti.
Muh Hasan T (salah seorang peserta FSLDKN XV)


ikhwah, perjalanan kafilah GAMAIS ITB yang berjumlah 12 orang, merupakan perjalanan penuh inspirasi, dan kami sangat ingin untuk dapat membaginya dengan sahabat semua.. :)



Selasa, 29 Juni 2010

kami janji bertemu di salman pukul 20.00 (28 Juni 2010), ba'da isya. untuk memastikan semuanya siap, dan mempersiapkan semua yang dibutuhkan.
namun karena beberapa hal, kami baru berkumpul pukul 22.00.. briefing, pemberian bekal perjalanan, berbagai macam nasihat, dan berdoa bersama.
insya Allah perjalanan ini akan penuh makna

Briefing Awal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

kami akan bertolak menuju bandara Soekarno-Hatta pukul 01.00, karena pesawat kami akan take-off pukul 06.05.kami bertolak ke jakarta dengan menggunakan travel. waktu yang tersisa kami optimalkan untuk menyiapkan perbekalan, briefing, menyiapkan berbagai paket 'oleh-oleh' gamais, dan memastikan semua perlengkapan.

 

 

Gbr. mempersiapkan paket oleh-oleh gamais itb (sekitar 50 paket cd+booklet+pin+lentera+notebook dll, ditambah dengan 80 buku AIPDK, dll)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Salamalaik.. semoga ukhuwah terjalin bersama antum memberikan ruh baru buat kami. semoga antum terus sukses di dalam dakwah dan tarbiyah antum. Allahuakbar!!!
(mahasiswa muslim Haluan Siswa Malaysia)


ikhwah, perjalanan kafilah GAMAIS ITB yang berjumlah 12 orang, merupakan perjalanan penuh inspirasi. dan sangat ingin kami untuk dapat membaginya dengan sahabat semua.. :)

Selasa, 29 Juni 2010

berangkat dengan travel cipa*anti, kami menggunakan 2 armada. salah satu armada kami sewa full untuk kafilah gamais. perjalanan dimulai pukul 01.00, dan sampai di bandara sekitar pukul 04.00...












sesampai di bandara, kami mengurusi tiket, bersih-bersih, dan kemudian shalat shubuh. sambil menunggu pesawat, kami melakukan berbagai aktivitas, ada yang tilawah, sarapan, membaca, berinteraksi dengan laptop, foto-foto, dan bersilaturahim dengan ikhwah yang 1 pesawat dengan kami (beberapa rombongan dari FSLDK jadebek).

sekitar pukul 06.00 kami sudah siap untuk berangkat. Ambon Manise, here we come!^^

perjalanan pesawat kami ternyata tidak langsung menuju Ambon, namun transit dulu di Surabaya sekitar 20 menit..
sekitar pukul 12.30 WITa, kami tiba di Ambon.. alhamdulillah..

setibanya di sana, kami disambut dengan antusias panitia yang begitu tinggi. seolah melepaskan kelelahan-kelelahan selama perjalanan, membangkitkan semangat untuk memberikan inspirasi terbaik bagi anak negeri. :)

kami diantar menuju penginapan sementara di daerah Wayame, disana sudah ada beberapa ikhwah rombongan dari Jawa Barat, Sulawesi, dan lainnya.
beberapa hal yang kami lakukan pada hari itu hingga malam adalah, silaturahim, sharing ke-LDK-an, mengenal medan/ lokasi sekitar, melepas penat di pinggir pantai, mengunjungi universitas Pattimura, bercengkerama dengan penduduk sekitar, dan lain-lain.
khusus untuk kafilah Jawa Barat, malamnya kami mengadakan syuro, untuk mempersiapkan konten yang akan dibawa di FSLDKN XV besok..

hari pertama ini, walau cukup melelahkan, begitu berkesan. insya Allah, tekad kami masih tetap. memberikan inspirasi sebanyak-banyaknya. itulah kenapa kami datang ber-12..

.. inilah jejak-jejak inspirasi GAMAIS ITB ..


 

Last Updated ( Tuesday, 20 July 2010 04:15 )

 

Jaulah Gamais 2010 ke UKMI UNS Solo dan JS UGM Yogyakarta

“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah…. “
[Shaad : 27]

Hikmah, semuanya adalah milik umat Islam, dimanapun ia tersebar, maka sudah semestinyalah kita mengambil setiap hikmah dari setiap perjalanan hidup kita.

G Road to Jogja

“GAMAIS goes to Solo & Jogja”, jaulah pertama great GAMAIS 2010 ke UNS, UGM, (ke Malioboro, dan rencananya ke parangtritis dan Borobudur) memang bener penuh hikmah, Jaulah ini bagaikan sebuah SIMULASI atau MINIATUR Perjalanan Da’wah. Coba saja antum ikuti secara runtut.

Berangkat dengan semangat, dengan penuh ceria dan keyakinan bahwa akan mendapatkan sesuatu di tempat tujuan nanti, entah apapun niat masing-masing. Semua semangat, yup! seperti saat kita memulai GAMAIS 2010 ini.

Kemudian di tengah perjalanan, ada saja satu atau dua orang yang terhenti untuk meneruskan perjalanan, dia lebih memilih untuk turun dan menuju tujuan lain, sama seperti saat kader da’wah berhenti dari jalan ini. Suatu hal sering terjadi.

Suatu saat kita juga berhenti, saat jaulah kita berhenti untuk makan, mandi, sholat dan sebagainya, namun kita berhenti bukanlah untuk terus diam disana, namun untuk kembali me-recharge diri kita agar bisa meneruskan kembali perjalanan dengan terus maksimal. Sama halnya saat kita sedang lelah di jalan da’wah sampai kaki sulit melangkah, maka tidak apa kita berhenti sejenak, namun tentu saja dengan niatan untuk meneruskan kembali jalan da’wah kita,khususnya di GAMAIS untuk saat ini.

Last Updated ( Monday, 12 April 2010 10:00 )

Read more...

 

Ikrar Kader Gamais


Dengan kesadaran penuh akan pengawasan Ar Rahman

dan disaksikan bumi Allah yang mengajari kami berpikir dan berdzikir.

 

Kami prajurit-prajurit Allah

yang da’wah telah menjadi nafas

yang wajah Allah menjadi kerinduan

yang air mata negerinya menjadi kegelisahan

dengan kepala tegak

kami akan terus berderap

melangkah maju

menjadi ksatria terdepan

pengusung panji Islam ini.


Kami kader GAMAIS ITB bertekad kuat

Untuk berjalan beriringan

Dengan kecintaan tulus kepada Allah

Untuk saling mengokohkan

Dalam setiap tapak mengenal-Nya

 

Kami Kader GAMAIS ITB berikrar bulat

Senantiasa membina diri dalam kemuliaan Islam

Melakukan perbaikan

Hingga perjumpaan kami di taman surga

Dengan kepalan tangan yang bersatu dalam barisan pengukir peradaban.

 

Saksikanlah, hingga suatu hari nanti

Suatu saat di kemudian hari

Kampus ITB akan menjelma menjadi taman kehidupan

Dan dipenuhi semerbak wangi bunga kebaikan

Yang tumbuh subur di atas ukhwah dan keimanan kami

Di iringi sejuk lantunan Al Qur’an

Dan teduhmya awan Keridhaan

Kepada Allah kami berserah diri

Dan kepada-Nya lah kami semua akan kembali.

 

Allahu Akbar

Last Updated ( Tuesday, 16 February 2010 11:24 )

 

Rasulullah, Pemimpin yang Dicintai Ummat

Islam sampai kepada kita saat ini tidak lain berkat jasa Baginda Rasulullah Muhammad SAW sebagai sosok penyampai risalah Allah SWT yang benar dan di ridhoi. Dan nanti di padang mahsyar, tiap umat islam pasti akan meminta syafa’at dari beliau SAW dan menginginkan berada di barisan beliau SAW. Namun, pengakuan tidaklah cukup sekedar pengakuan. Pengakuan kita atas cinta kepada beliau harus diikuti dengan usaha kita untuk mengikuti jejak beliau dengan jalan mengikuti sunnah-sunnah beliau dan senantiasa membasahi bibir ini dengan mendo’akan beliau dengan cara memperbanyak bersholawat kepada beliau SAW.

Sejarah tak akan mampu mengingkari betapa indahnya akhlak dan budi pekerti Rasulullah tercinta, Sayyidina Muhammad Sholallohu ‘alaihi wa sallam hingga salah seorang istri beliau, Sayyidatina A’isyah Rodhiyallahuanha mengatakan bahwa akhlak Rasulullah adalah “Al-Qur’an”. Tidak satu perkataan Rasulullah merupakan implementasi dari hawa nafsu beliau, melainkan adalah berasal dari wahyu ilahi. Begitu halus dan lembutnya perilaku keseharian beliau.

Rasulullah itu adalah orang yang sangat dicintai oleh ummatnya terlebih lagi oleh para sahabatnya.

Last Updated ( Sunday, 15 November 2009 09:57 )

Read more...

 

Proklamasi dan Ramadhan

Hari Jumat di bulan Ramadhan, pukul 05.00 pagi, fajar 17 Agustus 1945 memancar di ufuk timur. Embun pagi masih menggelantung di tepian daun. Para pemimpin bangsa dan para tokoh pemuda keluar dari rumah Laksamana Maeda, dengan diliputi kebanggaan setelah merumuskan teks Proklamasi hingga dinihari. Mereka, telah sepakat untuk memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia hari itu di rumah Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, pada pukul 10.00 pagi. Bung Hatta sempat berpesan kepada para pemuda yang bekerja pada pers dan kantor-kantor berita, untuk memperbanyak naskah proklamasi dan menyebarkannya ke seluruh dunia ( Hatta, 1970:53 ).

Menjelang pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan, suasana di Jalan Pegangsaan Timur 56 cukup sibuk. Wakil Walikota, Soewirjo, memerintahkan kepada Mr. Wilopo untuk mempersiapkan peralatan yang diperlukan seperti mikrofon dan beberapa pengeras suara. Sedangkan Sudiro memerintahkan kepada S. Suhud untuk mempersiapkan satu tiang bendera. Karena situasi yang tegang, Suhud tidak ingat bahwa di depan rumah Soekarno itu, masih ada dua tiang bendera dari besi yang tidak digunakan. Malahan ia mencari sebatang bambu yang berada di belakang rumah. Bambu itu dibersihkan dan diberi tali. Lalu ditanam beberapa langkah saja dari teras rumah. Bendera yang dijahit dengan tangan oleh Nyonya Fatmawati Soekarno sudah disiapkan. Bentuk dan ukuran bendera itu tidak standar, karena kainnya berukuran tidak sempurna. Memang, kain itu awalnya tidak disiapkan untuk bendera.

Last Updated ( Wednesday, 11 November 2009 13:42 )

Read more...

 

<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Page 1 of 2